Satu per satu mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Spanyol berhasil menyelesaikan program studinya dengan baik. Kali ini, kami mewawancarai Raiza Mahardika Nurmasanto (Raiza) yang akan diwisuda bulan Juli nanti.

- Bazaar KBRI Madrid
Berikut petikan wawancara dengan Raiza.
>> Nama kamu cukup panjang, bisa diceritakan sedikit asal usul namanya?
Kalau tidak salah, ibu saya pernah bilang: Raiza dari Reza Pahlavi (Shah Iran), Mahardika karena dekat waktu kelahiran, bapak saya sedang di Blitar (tempat makam Bung Karno), Nur = cahaya, masanto = gabungan nama ibu bapak (Maya-Santoso).
>> Apa tujuan utama Raiza datang ke Spanyol ini ?
Kuliah, di Universidad Carlos III de Madrid (http://www.uc3m.es). Saya berada di Spanyol April-Juli 2008, September 2008-Maret 2009.
Saya kuliah di bidang Teknologi Informasi, mengambil program Network and e-Business Centred Computing (www.sse.reading.ac.uk/EMMSC_NeBCC). Saya mendapat beasiswa Erasmus Mundus dan berkuliah di 3 universitas: The University of Reading, Inggris; Aristotle University of Thessaloniki, Yunani; Carlos III University of Madrid, Spanyol. Saya melakukan thesis saya di Spanyol, sehingga menghabiskan waktu paling lama di Spanyol.
>> Sebelumnya kamu juga pernah kuliah di Inggris. Ada sesuatu yang lain yang kamu rasakan dari segi perkuliahan di Spanyol ini dibanding dengan di Inggris?
Kalau di dalam kelas sih mirip, harus aktif, jam di kelas relatif sedikit tapi diimbangi dengan tugas dan lab. Saya pikir, orang Spanyol lebih santai
. Kalau di luar kelas yang beda, karena bahasanya berbeda. Di Spanyol, harus bisa paling tidak sedikit bahasa Spanyol supaya bisa “bertahan hidup” seperti mencari tempat tinggal, beli makanan, bayar ini-itu…
>> Bagi kamu, gimana sih rasanya tinggal di Spanyol?
Asyik kok, dapat pengalaman belajar bahasa baru, ke tempat2 baru (meski hanya pernah mampir di Cordoba, Gijon, dan Granada selain di Madrid), bertemu dengan orang2 baru, mencoba sesuatu yang baru (bertahan di “una fiesta” dari malam sampai pagi di rumah teman tidak mudah memang, nasib yang masih suka tidur normal :p ).

- Djohan-Ihsan-Raiza di Alhambra Granada
>> Menurutmu orang Spanyol bagaimana termasuk kota/negaranya sendiri?
Orang-orangnya ramah, terutama ketika kita juga mencoba memulai dengan bahasa lokal. Menunjukkan usaha kita bahwa kita sedang bertamu di negara orang. Soal bahasa, layak kok dipelajari apalagi ketika akan tinggal agak lama. Setahu saya, tidak terlalu banyak orang Spanyol (di luar kampus/dunia turisme) yang bisa/suka berbahasa Inggris. Los españoles sangat suka pesta (di rumah teman atau di klub/bar dan bisa jadi baru dimulai dekat tengah malam).
Saya tinggal di Leganés, kota kecil di pinggir Madrid. Sepi, semua teratur, dan dalam jangkauan metro/subway untuk ke centro. Saya pikir Spanyol negara yang cukup modern (setidaknya di Madrid dan sepertinya juga di Barcelona) tetapi masih kental dengan budaya lokal (misal flamenco, los toros/bullfight/matador, makanan daerah, bangunan bersejarah). Tetapi untuk urusan birokrasi, contohnya mengurus residence permit, masih perlu waktu berbulan2.
>> Apa yang paling disuka dan yang paling dibenci dari Spanyol ini dalam segala hal?
Paling disuka, salah satunya: ikut kelas kursus Spanyol, ketemu dengan orang2 lain di luar kelas/kampus dan untungnya dapat profesora yang asyik. Secara tidak terduga, saya menikmati kursusnya dan perkembangan saya di kelas dipuji sang profesora.
Paling tidak disuka: masih banyak orang Spanyol yang pelihara anjing tapi tidak membersihkan kotoran anjingnya. Kadang2 harus menari menghindari “ranjau darat” di taman/trotoar.
>> Ada pengalaman berkesan/unik/lucu/sedih/menarik/menyebalkan?
Berkesan, salah satunya: bisa partisipasi di Bazaar Benéfico KBRI Madrid sebagai bagian dari PPI Spanyol. Saya ikutan buat kolak (membantu sang koki Luthfi Darmawan) dan berjualan barang2 produk Indonesia. Mengingat pada waktu itu masih saya masih terbata2 dalam berbahasa Spanyol, bisa menjual barang (ke mayoritas orang Spanyol) merupakan prestasi tersendiri.
Oya, saya juga pernah didenda €20 karena masuk metro tanpa memasukkan tiket metro ke mesin pada waktu ganti zona. Memang saya lalai pada waktu itu. Untung petugasnya dengan ramah (tanpa mempersulit) langsung memberikan tiket dendanya. Tinggal bayar lalu selesai masalah. Minggu selanjutnya harus ngirit
Wah, jadi terharu
(
>> Selama di Spanyol ini, Raiza dipercaya sebagai Koordinator PPI Spanyol. Apa yang Raiza rasakan selama menjalankan tugas tersebut dan apa pesan2 untuk teman2 yang masih berjuang keras studi di Spanyol?
Mahasiswa Indonesia di Spanyol masih belum banyak, dan terpencar2 di kota2 dan kampus2 di Spanyol sehingga cukup sulit koordinasinya. Aktivitasnya tidak jauh2 dari kumpul2 saja, belum bisa membuat kegiatan2 resmi (misal konferensi/simposium). Partisipasi tahun lalu di bazaar KBRI perlu dipertahankan loh, karena event tsb dijadikan momentum untuk memulai aktivitas lainnya.
Buat teman2 yang masih belajar di Spanyol, jangan sampai fiesta-nya melebihi kemampuan hehehe… Saya pikir belajar di luar negeri merupakan kesempatan yang selain harus dimanfaatkan dengan baik juga harus dinikmati
PPI Spanyolnya dibuat makin rame yak!

- PPI Spanyol-Maret 2008-Retiro
>> Nah, setelah selesai kuliah ini, punya rencananya apa?
Sekarang, saya kembali ke UK untuk menunggu wisuda (awal Juli), sambil mencari pekerjaan. Rencana saya, akan memulai karir di UK.
Semoga kesuksesan mengiringi mu…
