Kali ini kami akan menyampaikan hasil wawancara dengan Sdr Wahyudi. Profil singkatnya adalah sebagai berikut. Wahyudi lahir dan besar sampai dengan SMA di Bukittinggi. Kemudian kuliah di Bandung dan bekerja di Jakarta. Mendapat beasiswa dari Pemerintah Spanyol untuk belajar bahasa Spanyol di kota Valladolid.
Bagaimana awal mulanya hingga sampai di Spanyol?
Semua berawal dari keinginan untuk mempelajari bahasa asing selain bahasa
Inggris. Kemudian saya belajar bahasa Spanyol secara otodidak, sebelum
akhirnya belajar kepada pengajar bahasa Spanyol dalam suatu kelas bahasa
di Bandung dan Jakarta di sela-sela waktu luang saya.
Bagaimana bisa ada pemikiran untuk belajar di Spanyol?
Pada saat belajar bahasa Spanyol di Indonesia seringkali muridnya yang
datang sedikit sehingga kelasnya dibatalkan. Hal ini mengakibatkan
kemampuan bahasa Spanyol saya tidak berkembang, sehingga muncul pemikiran untuk mencari peluang belajar bahasa Spanyol di Spanyol.
Bagaimana liku-liku pencarian beasiswa yang dijalani?
Awalnya saya mencari-cari melalui internet, hingga akhirnya guru bahasa
Spanyol memberi informasi tentang beasiswa(becas) maec aecid.
http://www.aecid.es/web/es/aecid/
http://www.becasmae.es/enlaces.htm
Bisa dijelaskan proses pendaftaran beasiswa ini?
Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan dokumen-dokumen yang disyaratkan langsung kepada aecid. Kemudian sebagaimana proses seleksi beasiswa Erasmus Mundus, kandidat akan diseleksi berdasarkan dokumen-dokumen tersebut.
Apa saja kesan-kesan yang didapatkan selama berada di Spanyol?
Secara garis besar saya banyak belajar bahasa Spanyol dan budayanya secara
langsung. Berbeda dengan penyampaian bahasa Spanyol pada saat belajar,
pada kenyataannya orang Spanyol berbicara sangat cepat sehingga terkadang
saya butuh waktu beberapa saat untuk memikirkan kata-kata yang saya dengar.
Pengalaman lain yang berkesan adalah selama Ramadan. Tahun ini saya menjalankan ibadah puasa ramadan tepat pada saat musim panas,
sehingga waktu puasa lebih panjang dari biasanya. Ditambah lagi jauh dari
keluarga dan tinggal di kota Valladolid dimana tidak saya temui
pelajar Indonesia di sana.
Ada tips tertentu yang ingin disampaikan untuk teman-teman?
-Untuk mendapatkan beasiswa harus rajin-rajin mencari dan melakukan
observasi ke berbagai universitas di Spanyol.
-Biasanya pendaftaran beasiswa BECASMAE AECID itu di buka awal November dan di tutup pertengahan Januari setiap tahunnya. Jadi sebaiknya mengirim email ke universitas-universitas di Spanyol untuk meminta preadmision letter dari jauh-jauh hari. Masalahnya di bulan Desember dan Januari di Spanyol ada liburan musim dingin, liburan natal dan tahun baru. Jadi semua universitas di Spanyol tutup dan tidak bisa memberikan preadmission letter.
-Gigih dalam berusaha mendapatkan pre-admission letter dari universitas di
Spanyol.
-Melakukan kontak dengan masyarakat Indonesia di Spanyol, PPI misalnya.
-Antisipasi biaya sewa tempat tinggal yang mahal. Pengalaman saya,
tempat tinggal yang tersedia dari universitas jauh lebih mahal dibandingkan
mencari sendiri. Sehingga keberadaan kontak yang bisa menguruskan hal ini
akan sangat membantu.
Demikian perbincangan dengan Wahyudi sebelum kembali ke Indonesia, semoga sukses dan sampai jumpa lagi di lain waktu.