Studi di Barcelona – Mengapa Tidak

“… If it were up to me to decide, I would stay at Barcelona for the rest of my career.”

– Lionel Messi

Barcelona adalah kota pertama saya melakoni studi di Eropa melalui master program Erasmus Mundus. Pada awalnya, saya tidak punya ekspektasi apa-apa mengenai kota ini. Maklumlah, sebagai mahasiswa sekaligus turis amatir, kota-kota seperti London, Paris, dan Amsterdam tentunya lebih familiar di kuping saya. Selain gaung promosi pariwisata yang lebih luas, kota-kota tersebut juga memiliki basis mahasiswa Indonesia yang lebih kuat dibandingkan Barcelona. Kurang familiarnya Barcelona sebagai tujuan wisata maupun studi membuat beberapa orang sempat bertanya kepada saya sebelum berangkat, “Kuliah di Barcelona? Emang bagus gitu?”

Banyaknya pertanyaan seperti itu membuat saya sempat khawatir dengan kualitas pendidikan di Barcelona. Ternyata, semua itu terbukti tidak benar! Di Barcelona, terdapat banyak universitas berkualitas baik. Universitat de Barcelona (UB) dan Universitat Autonoma de Barcelona (UAB) adalah universitas di Barcelona yang termasuk dalam Top 200 Universities versi THES-QS. Untuk bidang engineering, Universitat Politecnica de Catalunya (UPC) berada di peringkat 60 dunia. Begitu pula ESADE sebagai Business School terbaik ketiga di Eropa versi Financial Times.

Di semester pertama ini, saya berkuliah di Universitat Autonoma de Barcelona (UAB). Saya melihat antusiasme mahasiswa di UAB untuk menggali informasi dan kesediaan dosen dalam memfasilitasi pembelajaran yang interaktif. Di dalam kelas, selalu ada sesi small group discussion sehingga kita ‘dipaksa’ mengutarakan pendapat. Tidak ada benar atau salah, tetapi tentu kita harus siap menjelaskan argumen kita. Itu sebabnya sangat penting di sini mempelajari materi kuliah sebelum datang ke kelas agar kita bisa berkontribusi dan menyerap ilmu secara maksimal dalam diskusi.

Selain kuliah dengan bahasa Inggris, kuliah di Spanyol juga menawarkan atmosfer internasional dengan beragamnya negara asal mahasiswa. Tidak hanya dari Spanyol dan Amerika Latin, mahasiswa juga berasal dari UK, Australia, Jerman, bahkan Mesir. Diskusi pun tidak melulu terjadi di dalam kelas, meskipun suasananya lebih rileks. Di Facebook misalnya, tidak jarang teman kuliah saya men-share video TED Talk perihal isu lingkungan yang beragam, mulai dari kritik terhadap air minum kemasan hingga argumen terhadap Gross Domestic Product sebagai parameter perkembangan suatu negara.

Berpose di depan Building Dept. Environmental Science and Technology - UAB (Dokumentasi JEMES CiSu, Photo by Ula Cyganik)

Berpose di depan Building Dept. Environmental Science and Technology – UAB
(Dokumentasi JEMES CiSu, Photo by Ula Cyganik)

Selama kuliah di UAB, saya belajar aspek sosial dari isu lingkungan, sehingga setelah lulus nanti saya akan punya wawasan yang luas dan tidak cuma paham aspek teknologi lingkungan saja. Di sini, saya mempelajari konflik konservasi yang membuat penduduk asli termarginalkan, merancang proposal riset mengenai pengaruh subsidi terhadap pertumbuhan industri biodiesel, menyusun Material Flow Analysis di Barcelona Metropolitan Area, hingga debat pertumbuhan ekonomi growth versus degrowth. Menulis essay sudah jadi menu mingguan buat saya, dengan setiap minggu wajib setor dua assignment masing-masing 250 kata, dan setiap bulan setor essay 1000 kata. Untuk orang dengan latar belakang engineering macam saya, kuliah bidang sosial ini sungguh menantang banget deh…

Berkuliah di tanah rantau tentunya memiliki tantangan sendiri. Hidup mandiri, jauh dari keluarga, cultural shock, dan lain-lain. Tetapi percayalah, tantangan itu sungguh tiada artinya dibandingkan dengan kesempatan belajar yang diperoleh. Dengan bantuan teman-teman PPI, rasa rindu lidah akan ngomong dan makan ala Indonesia akan mudah terobati dengan acara makan-makan ala Indonesia. Curhat homesick pun sangat nyambung karena kita merasakan hal yang sama.

Mengenai kehidupan di luar perkuliahan, tentunya tidak perlu diragukan lagi! Barcelona memang luar biasa cantik banget lho, beruntung saya bisa tinggal di sini selama empat bulan. Sebagai penghuni kota turis ini, saya sering sekali menjadi tour guide amatir bagi teman sesama EM Indonesia yang ingin menikmati keindahan kota ini. Selama empat bulan ini, saya sudah menemani belasan orang di Barcelona dalam lima kali kunjungan. Dengan starting point di Plaza Catalunya sebagai area perbelanjaan utama, turis-turis berkedok mahasiswa ini sudah saya antarkan menyaksikan atraksi air mancur Font Magica, hiking melihat Barcelona dari puncak bukit Tibidabo, menikmati pantai Barceloneta, napak tilas Meteor Garden di Park Guell, tour stadium FC Barcelona di Camp Nou, hingga mengagumi keindahan arsitektur Sagrada Familia. Astaga, saya ini sebenarnya di Barcelona kuliah atau training jadi tour guide sih? Hahahaha. Tenang saja, kuliah tetap prioritas utama kok.

Turis-Turis Berkedok Mahasiswa (Dokumentasi Pribadi)

Turis-Turis Berkedok Mahasiswa (Dokumentasi Pribadi)

Menjalani hidup di Barcelona selama empat bulan tersebut membuat saya memahami alasan Lionel Messi ingin menghabiskan sepanjang karirnya di Barcelona. Sayangnya, saya harus pergi dari Barcelona dan menjalani semester kedua di TU Hamburg-Harburg di Hamburg, Jerman. Berdasarkan pengalaman saya, kedua kampus menawarkan kualitas pendidikan yang sama. Yang membedakan hanya spesialisasi bidangnya saja. Jadi, tidak perlu ragu memilih Barcelona sebagai tujuan studi kamu!

Gilang Hardadi adalah mahasiswa master program JEMES CiSu (Joint European Master in Environmental Studies) tahun 2014-2016 melalui beasiswa Erasmus Mundus. Selain industrial ecology dan sustainable development, Gilang juga menekuni bidang menulis dan traveling.

Pencalonan Ketua PPI Spanyol 2015/2016

Poster-Caka-PPI-Spanyol-201520162

 

Gunakan hak pilihmu, suarakan aspirasimu!

Jika kamu adalah anggota PPI Spanyol dan nama kamu tercantum dalam DPT Pemilihan Raya PPI Spanyol, jangan lupa usung calon Ketua PPI Spanyol 2015/2016. Kamu bisa mencalonkan seseorang atau teman yang menurutmu mampu menjadi Ketua PPI Spanyol, atau kamu bisa mencalonkan dirimu sendiri.

Ayo cek e-mail kamu dan/atau grup PPI Spanyol dan mulai calonkan calon pilihanmu :)